Jumat, 31 Oktober 2008

puisi

pejantan

esok ketika kokokan terhenti dengan sentuhan harap kepuasan majikan
aku titipkan kandang bambu
untuk kau jaga saat maut menunggu di culas tawa para petaruh

disana
suamimu akan menunjukan pada penjudi
bahwa dirinyalah lelaki yang berhak mengawini istrinya tanpa ikatan
menitipkan benih jagoan
untuk kelak meneruskan kelelakian ayahnya

di lingkaran sabung penuh para pendosa
suamimu tak dapat berkompromi dengan kejantanan yang dibanggakan sesamanya
harus menikam mengantarkan sesama pada maut yang menunggu
hanya karena kesombongan atas kelelakian
tujuan lengking kokokan.
dada yang tegak diharap menjadi pertanda pengantar pesan maut pada pejantan yang mendekati dalam lingkaran pendosa.

jika suamimu pulang kekasih
dengan kokokan penuh wibawa
bersihkanlah darah yang menetes dari jejak taji ditubuhnya
sembuhkanlah luka dengan abu yang menandakan kelelakian demi sebuah kesombongan pejantan.
dan
siapkanlah teriakan lapar para jagoan kecil yang kutitipkan dalam cangkang telurmu
jika nanti lelaki yang berhadapan dalam lingkaran sabung mengirimkan pesan maut yang menunggu dengan tawa culasnya.

dia pejantan yang dihadapanku
sama seperti suamimu
tak pernah tau tentang kecemasan kandang bambu yang ditinggalkan bersama harapan para babon dan khuthuk kecil
tawa bangga para penjudi sebagai bukti dialah pejantanan
yang berhak menemui jagoan kecil dalam cangkang telur istriistrinya

2008


waiting room
;inspired by sony

mungkin batu setiap hari menjadi tempat bercerita banyak hati.
bahkan kekasih
setiap pagi menunggu seseorang mengantar kertas kosong sampai di kotak posnya

2008


waiting room 1

kabar berhamburan seperti hujan
petirpun mengabarkan tentang duka
esok saat matahari menyapa embun
kumbang dan kupu menawarkan pesona kepada pagi

namun luka terlanjur menganga
hanya susunan batu tegak menjadi prasasti untuk dirinya yang ingin mengabu bersama api

2008

waiting room 2

sejenak tutuplah mata itu kekasih
agar kupu dapat singgah dan menitipkan kepongpongnya diranting yang mulai rapuh.
mencipta kenangan
mewarnai hari yang telah menghitam dalam dekapan gelap

kekasihmu yang telah menjelmakan dirinya pada kunangkunang
setiap gerak bintang yang semakin menjauh
menjagamu dari tikaman gelap dengan cahaya seadanya.
dari bawah susunan batu
ia berharap
matamu dapat tertutup untuk segera menemui mimpi yang akan merekahkan senyum.
senyum yang menerangi gelapnya jiwa kekasih yang telah mengabu
agar dapat menjelmakan dirinya pada matahari

2008

de javu

kita pernah bertemu
disaat hari belum melahirkan matahari
disaat kokokan pejantan sebagi akhir dari cerita
tak perlu mengeja jejak
biarkanlah pertemuan kita sebagai pertanda
bahwa ada hati yang saling sapa
disana

2008

de javu 1

waktu seakan hadir begitu saja
berkompromi dengan masa lalu
berusaha menjelaskan kepada ingatan
menyembunyikan dirinya pada gelap.

ah waktu
mungkin kau bukanlah ibu dari masa lalu
hanya konspirasi dari kecurigaanku tentangmu

2008





I love u

kekasihku
tancapkanlah pisau tepat di hatimu

2008




i love u #1984

ku kirim mawar plastik agar tak layu.
hari ini atau esok tanganmu terbuka
menerima tanpa rasa

ada yang menghianati seperti malam yang diamdiam rindu pada api

2008




malam fitri

kita telah kehilangan tanda
bintangbintang hilang peran
rembulan jejak beda cahaya

malam yang dikhianati musim terlalu dingin
basah
ketika kemarau seharusnya berada dalam dekapan
untuk memulai percintaan
sebagai musim kawin yang hangat
menghangatkan jasad
menangisi sepi dengan bahagia

bintangbintang kehilanangan tanda
saat bocah dengan tangis menghentak dingin
tuk bergegas mengawali musim kawin

2008



selamat tinggal

seperti bisu
sedangkan aku tak dapat berkata apaapa

apa yang kau ucapkan
saat kau tinggalkan
yang paling kau cintai

seperti bisu aku

2008

1 komentar:

steven mengatakan...

puisimu ringan menyenangkan =)