Kamis, 04 Desember 2008

i love u (mbuh?)

Tuhan, kalau kau ada di atas langit turunlah sejenak, aku siapkan kopi dan hidangan kecil untukmu. Apa kau mau Bir, coca-cola atau air gula? aku yakin kau tak suka alkohol. Mari kita ngobrol bersama satu meja. Kalau kau bisa main catur ayo kita bermain sambil membicarakan masa depanmu, sepertinya kau telah dilupakan banyak orang. Aku dengar dari lelaki di perempatan dekat pasar, katanya agama yang kau cipta telah mengambil alih peranmu. Orang-orang banyak yang membicarakan agama, membicarakan cara beribadah menurut agama yang benar. Hanya itu! Tak ada yang mengenalmu lagi apalagi membicarakan tentangmu. Orang-orang terlalu sibuk mencipta jalan menuju surga yang kau cipta namun tak sengaja telah mengabaikan kau yang dengan peluh dan wajah letih telah mencipta neraka untuknya.
Tak ada yang mengenalmu lagi tuhan, agama telah menjadi tuhan bagi manusia. Mereka hanya mengenalmu sebatas nama namun melupakan hakekat tentangmu. Mungkin karena kau tak mau dilukiskan dalam sebuah kanfas atau karena kau malu dengan Rahasia (dengan "R' besar tentunya) yang kau sembunyikan dengan segala aturan hanyalah sebuah rahasia murahan?
Rileks sajalah…sejenak kita nikmati hidup, pemberianmu kepadaku yang kau sesali belakangan ini. mungkin agama telah khilaf dengan mencoba mengganti posisimu. Jangan hukum agama, itu semua merupakan kebodohan manusia yang hanya memikirkan imbalan sebuah janji kebahagiaan. janjimu tentu.
Ah sepertinya kau harus beristirahat dulu setelah sibuk sendirian mencipta dunia, turunlah kesini kedunia yang tak sengaja kau cipta dengan kesalahan. lalu ngobrol bersamaku tentang apa sajalah yang dapat mengusir kejengkelanmu karena kesalahan mencipta mahluk yang namanya Manusia!!!
kalo kau terlalu sibuk dan tak ada waktu untukku, katakan padaku dimana kamu aku pasti akan menjemputmu.

i love u

1 komentar:

@ ini @ mengatakan...

manusia dah kehilangan kemanusiannya mas,,,,
dah gak da lg saling percaya di masy,,,,
jd,, tmbh sadis dech krn
'sepi ing pamrih, rame ing gawe, memayu hayuning buwana'
dah gak hidup di masyarakat Jawa.
mati rasa,,,