Senin, 22 Desember 2008

puisi 2

amnesia pagi

ada yang membawa pergi kenangan yang semula tertanam dalam ingatan. mungkin bayangbayang yang telah menungguiku saat berbaring di bawah lampu malam tadi, dia diamdiam menyelinap dalam ingatan dan kemudian mencuri kenangan. pagi yang tak ingin aku temui kini hadir padaku dalam dekapan mentari. kokokan pejantan dan kicauan burung-burung kecil memanggil mentari tuk segera mengakhiri igauan malam. ah pagi yang menyesatkan. hanya saja begitu tenang


i love u #1994

aku ingat
belum tumbuh rambut dikemaluan

hanya menatap atap rumahmu
maka malam pun begitu panjang

pagi
langkah dipenuhi harap
menunggu senyum

senyum itu
biar kusimpan di bawah atap rumah
terkunci dalam kamar
kusembunyikan di lemari
terpahat abadi

kini kemaluan tertutup rambut
atap rumahmu
jalanjalan dipenuhi janur dan tawa tamu

2008


i love u #1998

mawar itu masih tersimpan di kamar
lapuk
waktu telah beku
mawar membatu
10 tahun yang lalu mawar itu kupetik untuk dirimu

kini
tersimpan
rapat

waktu yang membeku tak mungkin ditiru

2008


i love u #1995

kau ingat
di jalan
berbatas pagar bercat biru
bocah dekil
namamu tertahan di langkah lugunya
sembunyi
mengunci kamar bersama sesal

jika kau lupa
kuingatkan
saat itu pagi dihari minggu
tepat di hari ulang tahunmu
kau berjalan menuju gereja
tanpa senyum

bocah kecil memuja seperti doa
hanya namamu

ya hanya namamu yang menggumpal dalam kamar



i love u #1997

kuukir diatas bangku
tak kutulis nama

harap

hanya sebuah kata
tak terucap

abadi terukir diatas bangku


i love u #1998

ibu
cabut kutukmu
sehingga hati tak jadi batu
menyesakkan udara
menggumpal seperti sesal
setelah kata terucap dari mulutmu
membekukan aku
dalam rindu

aku beku oleh rindu
sebagi kutuk

jadilah batu


i love u #1999

berakhirkah hari
saat waktu menginginkan
walau matahari tak mengingkari peran

fajar yang ditunggu
kepakan burung sebagai pertanda
berakhirkah hari?

bila ini hari terakhir yang ditunggu
ijinkan aku membelai rambutmu
penuntun menuju sesat
hanya denganmu
kutuju


i love u #1995

siapa dapat bercerita tentang cinta
apakah sama
yang kurasa hanya waktu
dan hati kadangkadang seperti batu
tumbuh, menggumpal
pilu
kadang rindu


i love u #2007

hidangan tersaji
di meja
tamu dengan tawa saling sapa
gaun putih nampak begitu cantik
secantik parasmu tentu

rajakah disampingmu?

lelaki yang aku
dari kursi undangan
menatap tajam segala gerak
kau pengantin dikala hari menikam mimpi lelaki yang aku

begitu bodohnya lelaki yang aku
bermimpi ini hanya mimpi


malam

benarkah ini sepi?
masih setia rembulan gembalakan kunangkunang
gelap menuntun kesendirian dalam kenangan
manusia membunuh nafsunya
dengan lelap

benarkah tentang alam?
adakah keserakahan dalam lelap
lamunan
terlalu serakah
meminta kenangan yang telah terkubur untuknya

biarkan ini sepi
biarkan rakus manusia ditipu mimpi
biarkan malam menjadi dirinya yang selalu suci

mimpi
masihkah suci?


tua

jam berdetak ke arah terbalik
tak lagi tak..tik…tuk
suaranya kini berubah menjadi dug…dug….duug….
semaikin pelan

waktu
begitu tua
suaramu tak lagi terdengar
hanya detak
bukan waktu

aku menunggu
detakan terhenti di arah yang tepat
namun suara itu berdetak mundur
jauh sekali
ke awal waktu mencipta bunyi
pelan seperti detak jantung

jeda masih sama
walau aku selalu menangkap suara detak yang mundur kebelakang
jauh sebelum mengenal dosa

ijinkan aku tersenyum
jika detakan itu telah berada di arah yang tepat


tua 1

kurang ajar benar jam dinding
mengabarkan tentang waktu
pada pagi yang begitu dingin

matahari sinarnya nampak kacau
tak lagi indah seperti saat gadis sebelah rumah membuka jendela dulu
aroma mawar tak tercium
mungkin mawar kini telah kehilangan wangi

ranjang ini
seakan menarikku kuatkuat
bumi berputar dasyat
sehingga langkah sulit untuk tegak
ah tongkat yang semakin berat

dunia yang kacau
tak beraturan
tak jinak
dan susah ditebak
menyihirku dalam kantuk

burung hinggap namun lupa cara berkicau
semua samar
tak lagi jelas
ada yang salah denga hari
dan gelas menambah beratnya 2 kilo

di pojok pagar yang jauh dari langkah
batu tegak menancap tanah
tepat diatas tubuh wanita
yang 10 tahun lalu membuka jendelanya dan menyiapkan kopi dimeja
kala pagi bertemu dengan jam dinding kurang ajar
yang masih tergantung didinding kamar tak terjangkau

7 komentar:

@ ini @ mengatakan...

untuk 'malam'
mimpi adalah bonus dari Tuhan,
tak perlu mencari jawaban suci ataukah tidak

@ ini @ mengatakan...

alamat emailQ ainiaprihantini@yahoo.com
ditunggu kiriman foto2 bgs nya...

lanang wibisono mengatakan...

thanks ainia.....

Doa di Putik Kamboja mengatakan...

Nang puisimu apik,..
sip boss!

melihat dari tulisanmu kamu mesti g punya pacar to? tak kei kenalanku piye?

ha2x ora2 nang. ternyata sudah ada yg mengerti maksud tulisanmu. moga2 kau tak sekedar merayu.

atika silmi mengatakan...

sapa dsana. .

lanang wibisono mengatakan...

thanks untuk semua yang mampir

Doa di Putik Kamboja mengatakan...

met tahun baru nang,..