penyair buta #1
;mona
tak perlu kau percaya padaku
penyair buta yang tak mampu membedakan warna
selalu kuceritakan padamu tentang merah,
namun merah itu mungkin adalah hitam bagi masa lalu yang tak lagi mampu kau warnai walau dengan merahnya darah.
pernah kucoba mewarnai harimu dengan putih yang kuyakini,
putih itu mungkin adalah pucuk duri penggores luka bagimu,
luka yang sampai kini masih menganga
di hatiku
di hatimu
aku hanya penyair buta yang tak mampu menikmati indahnya senja
dan selalu kubualkan kepadamu tantang merahnya fajar,
hanya kau yang tahu
merahkah fajar wahai yang maha terang?
2008
yang mungkin simbol yang mungkin puisi yang mungkin cinta yang mungkin bahasa #1
; mona
aku tak mampu menulis puisi cinta sayang
maka kususun untukmu simbolsimbol,
simbol yang menjelma menjadi huruf
terangkai menjadi kata
kalimat
lalu dengan kuasa mencipta cinta dari bahasa
apa kau juga yakin sayang
tentang puisi cinta yang mampu meluluhkan hati perawan?
aku masih terbata untuk mengeja kata,
kata telah sempurna menyiksa
maka kucipta apa saja yang kuanggap mampu mewakili kata
dengan simbol,
kuharap menjadi bahasa
untuk kususun kembali menjadi puisi cinta
di mana kata saat bahasa ada,
di mana bahasa saat kata menjelma apa saja,
bahkan cinta.
aku tak pandai membaca
tentang mula bahasa, kata dan cinta
dan kamu sayang,
boleh saja tak percaya
bahwa yang kususun ini
satusatunya tanda
ku harap mampu menjelma menjadi puisi yang mewakili bahasa.
tak perlu kuyakinkan padamu
bahwa sebuah kata yang tersusun adalah cinta.
2008
di buku gambar
seorang anak menggambar sketsa sebuah negara
tak begitu jelas negara mana yang ia gambarkan
namun terlihat dari goresannya
sebuah sketsa yang dulu pernah dijanjikan, layaknya surga.
kemudian ia mengambil tinta hitam
dan menumpahkan tepat di tengah sketsanya.
ada yang ia sesali dengan yang ia goreskan
sebuah gambar yang terlihat sangat menarik.
“aku tak pernah berencana menggambar negara,
aku hanya mau menggambar neraka.
tepat ditengah gambarku
ada lelaki tua yang mengais sampah untuk anak perempuannya yang menangis karena lapar
di sebuah negara yang kaya.
ada anak muda berdandan emo diusir dari sebuah toko.
ada wanita muda perutnya membesar garagara sebuah mawar.”
dan lelaki tua itu terkejut setelah pulang ke rumah
ia mendengar suara bayi yang baru saja lahir dari rahim anak perempuannya
di sebelahnya anak muda berdandan emo memegang mawar yang ia curi dari toko bunga.
seorang anak ingin menggambar sebuah toko yang dulu ia lihat di dalam perut ibunya.
toko itu mungkin bukan negara seperti yang digambarnya.
2009
i love u
seperti waktu
mungkin ada yang telah menghianati
sehingga hari selalu pagi
2009
pengampunan dosa
waktu menceritakan ceritanya dengan kebekuan
kadang juga dengan diam.
malam ini seorang tua menghendaki semua kembali suci
seperti tepat pada saat tuhan menanam apel di surga.
masihkah kau percaya sayang
mengapa tuhan mencipta manusia?
jangan kau jawab:
“untuk memakan apel tentunya”
2009
ke rumah
akhirnya aku pulang, setelah tertatihtatih melangkah ke rumah.
perselingkuhan membuatku lupa tentang arah dan segala yang berbau tanah.
ah kematian ternyata semakin ramah.
dan akupun pulang
dengan maksud menuju rumah.
2009
apel yang jatuh tak sempat dipetik
lelaki tua itu
tak dapat melepaskan diri dari kutuk
maka ia tancapkan tubuh kekasihnya dalam rusuk.
kembali
jadilah tanpa kutuk.
2009
; mona
ia menelphonku tepat jam 23.24
disaat rembulan menyibukkan diri mengusir kelelawar dari lapar
menyembunyikan pula nafsu manusia di balik lelapnya
ia dulu pernah mengagumi kepakan kelelawar
kepakan sempurna,
sesempurna birahi di musim kawin
ia menelphonku tepat jam 23.24
hanya untuk mengingatkan bahwa ada kelelawar
menunggu rembulan mengusir rasa lapar
2009
catatan dari anak yahudi 1
masih kucari dunia di luar sana
mungkin hanya di dekapan tuhan
tak ada manusia
tak ada agama
yang mengutuk lahirku.
2009
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)

5 komentar:
tuangkan kreativitasmu dalam "sayembara puisi" diselenggarakan oleh FIB UI,,kirim puisimu maks.5 buah,,tema bebas,,bebas biaya pendaftaran..sayembara ditutup tanggal 8 april..jangan lupa sertakan identitas diri
maaf ketinggalan, kirimnya via email ke markassastra@yahoo.co.id..bagi puisi yang terpilih akan dimasukkan ke "antologi Puisi"
ok treimakasih banyak...
haha monggo. .
ada dunn.
atika silmi rahmayanti.
di add ajj =)
Poskan Komentar