Sabtu, 31 Oktober 2009

ben koyok puisi

bukan sulap
;mona

jelas, ini bukan rekayasa
yang dimainkan badut dengan kostum dan hidung khasnya
setelah selesai lalu menanggalkan pakaian dan berganti wajah yang nampak lelah
kau akan terhibur memang, namun itu akan selesai saat kau juga tanggalkan ragamu di ranjang.

pulang saja, ke kamar yang menunggu untuk kau coret dindingnya
dan coretan itu hidup dalam mimpimimpi malam anak lelaki.
coretan itupun menjelma jadi anak lelaki yang bermimpi
bermain boneka dan bolpoin sambil menunggumu kesempatan mencoret muka badut.

jelas, ini bukan rekayasa
jika coretan itu mulai mencintaimu
ia pun memiliki rindu
seperti kamar dan ranjang yang merindu rebahmu

jika ini sulap atau rekayasa, kau pasti tak akan menemukan anak lelaki yang mengenakan kostum badut

rembang, 2009


adalah rumah
;handa

aku yakinkan padamu, ini bukan puisi
ini adalah rumah
coba tebak, mana kamar mandi dan mana kamar tidurnya
kau juga bisa menemukan almari serta meja makan disini

jika kau ingin keluar, carilah pintu yang tepat dan nyaman untuk kau lalui
dan jika kau ingin masuk, tak perlu kau mengetuk
karena kau sudah di dalam

rembang 2009

Selasa, 14 April 2009

coretan didinding kontrakan 3

coretan didinding kontrakan 2





coretan didinding kontrakan 1





Senin, 13 April 2009

coretan didinding kontrakan





Jumat, 20 Maret 2009

puisi

penyair buta #1
;mona

tak perlu kau percaya padaku
penyair buta yang tak mampu membedakan warna
selalu kuceritakan padamu tentang merah,
namun merah itu mungkin adalah hitam bagi masa lalu yang tak lagi mampu kau warnai walau dengan merahnya darah.
pernah kucoba mewarnai harimu dengan putih yang kuyakini,
putih itu mungkin adalah pucuk duri penggores luka bagimu,
luka yang sampai kini masih menganga
di hatiku
di hatimu

aku hanya penyair buta yang tak mampu menikmati indahnya senja
dan selalu kubualkan kepadamu tantang merahnya fajar,
hanya kau yang tahu
merahkah fajar wahai yang maha terang?

2008




yang mungkin simbol yang mungkin puisi yang mungkin cinta yang mungkin bahasa #1
; mona

aku tak mampu menulis puisi cinta sayang
maka kususun untukmu simbolsimbol,
simbol yang menjelma menjadi huruf
terangkai menjadi kata
kalimat
lalu dengan kuasa mencipta cinta dari bahasa

apa kau juga yakin sayang
tentang puisi cinta yang mampu meluluhkan hati perawan?

aku masih terbata untuk mengeja kata,
kata telah sempurna menyiksa
maka kucipta apa saja yang kuanggap mampu mewakili kata
dengan simbol,
kuharap menjadi bahasa
untuk kususun kembali menjadi puisi cinta

di mana kata saat bahasa ada,
di mana bahasa saat kata menjelma apa saja,
bahkan cinta.

aku tak pandai membaca
tentang mula bahasa, kata dan cinta

dan kamu sayang,
boleh saja tak percaya
bahwa yang kususun ini
satusatunya tanda
ku harap mampu menjelma menjadi puisi yang mewakili bahasa.

tak perlu kuyakinkan padamu
bahwa sebuah kata yang tersusun adalah cinta.

2008








di buku gambar

seorang anak menggambar sketsa sebuah negara
tak begitu jelas negara mana yang ia gambarkan
namun terlihat dari goresannya
sebuah sketsa yang dulu pernah dijanjikan, layaknya surga.

kemudian ia mengambil tinta hitam
dan menumpahkan tepat di tengah sketsanya.
ada yang ia sesali dengan yang ia goreskan
sebuah gambar yang terlihat sangat menarik.

“aku tak pernah berencana menggambar negara,
aku hanya mau menggambar neraka.
tepat ditengah gambarku
ada lelaki tua yang mengais sampah untuk anak perempuannya yang menangis karena lapar
di sebuah negara yang kaya.
ada anak muda berdandan emo diusir dari sebuah toko.
ada wanita muda perutnya membesar garagara sebuah mawar.”

dan lelaki tua itu terkejut setelah pulang ke rumah
ia mendengar suara bayi yang baru saja lahir dari rahim anak perempuannya
di sebelahnya anak muda berdandan emo memegang mawar yang ia curi dari toko bunga.

seorang anak ingin menggambar sebuah toko yang dulu ia lihat di dalam perut ibunya.
toko itu mungkin bukan negara seperti yang digambarnya.

2009



i love u

seperti waktu
mungkin ada yang telah menghianati
sehingga hari selalu pagi

2009



pengampunan dosa

waktu menceritakan ceritanya dengan kebekuan
kadang juga dengan diam.
malam ini seorang tua menghendaki semua kembali suci
seperti tepat pada saat tuhan menanam apel di surga.

masihkah kau percaya sayang
mengapa tuhan mencipta manusia?
jangan kau jawab:
“untuk memakan apel tentunya”

2009


ke rumah

akhirnya aku pulang, setelah tertatihtatih melangkah ke rumah.
perselingkuhan membuatku lupa tentang arah dan segala yang berbau tanah.
ah kematian ternyata semakin ramah.

dan akupun pulang
dengan maksud menuju rumah.

2009




apel yang jatuh tak sempat dipetik

lelaki tua itu
tak dapat melepaskan diri dari kutuk
maka ia tancapkan tubuh kekasihnya dalam rusuk.
kembali
jadilah tanpa kutuk.

2009


; mona

ia menelphonku tepat jam 23.24
disaat rembulan menyibukkan diri mengusir kelelawar dari lapar
menyembunyikan pula nafsu manusia di balik lelapnya

ia dulu pernah mengagumi kepakan kelelawar
kepakan sempurna,
sesempurna birahi di musim kawin

ia menelphonku tepat jam 23.24
hanya untuk mengingatkan bahwa ada kelelawar
menunggu rembulan mengusir rasa lapar

2009



catatan dari anak yahudi 1

masih kucari dunia di luar sana
mungkin hanya di dekapan tuhan
tak ada manusia
tak ada agama
yang mengutuk lahirku.

2009

Sabtu, 14 Maret 2009

tangan tuhan